Rabu, 15 Februari 2017

Pantun Cinta Romantis


 Tidak ada salahnya sesekali memberikan pantun cinta romantis untuk pacar tersayang karena saya yakin hubungan anda akan semakin erat. Sebelum lebih jauh membahas topik utama pada informasi kali ini mungkin ada baiknya jika kita membahas seputar pantun terlebih dulu agar anda semakin paham tentang pantun. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Misalnya dalam bahasa jawa pantun dikenal dengan nama parikan, dalam bahasa batak dikenal sebagai umpasa, dalam bahasa sunda dikenal dengan paparikan, dan lain sebagainya. Dalam pantun semua terdiri atas dua bagian yakni sampiran dan isi. Selain itu dalam pantun juga terdiri dari 8-12 suku kata dan bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.
Pantun sendiri mempunyai beberapa jenis, diantaranya yakni pantun adat, pantun agama, pantun jenaka, pantun nasihat, pantun percintaan, dan masih banyak lagi. Nah pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan beberapa contoh pantun cinta romantis yang mungkin dapat bermanfaat bagi anda. Pantun ini tentu dapat anda berikan pada pacar ataupun pasangan anda. Sebenarnya anda juga dapat merangkai sebuah pantun cinta sendiri asalkan pantun tersebut memenuhi syarat yakni bersajak abab atau aaaa. Mau tau seperti apa itu pantun cinta romantis? langsung saja simak informasinya dibawah ini.
Baca buku di perpustakaan
Duduk sendiri menikmati bacaan
Senyummu itu sungguh menawan
Terbayang-bayang tak terlupakan
Malam Senin ada tamu
Masuk rumah pake sepatu
Kalo adek mau jadi Pacarku
Alhamdulillah yah sesuatu
Anak-anak membawa tas
Membawa tas pergi sekolah
Sayang selamat beraktifitas
Serta semoga bisa rezeki barokah
Berlibur ke pulau seribu
Menyusuri jalan penuh liku
Aku sungguh rindu padamu
Duhai engkau kekasih hatiku
Bekantan makan buah mangga
Panda makan daun bambu
Eneng cantik mana bapaknya
Abang ingin segera meminangmu
Jalan-jalan keliling dunia
Cuma untuk beli akuarium
Yang amat membuatku bahagia
Waktu melihatmu tersenyum
Burung gelatik burung kenari
Engkau cantik menawan hati
Burung gagak terbang tinggi
Meski bapaknya galak anaknya tetap dihati
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Akan kubawa cinta kita ke penghulu
Tuk bersanding di pelaminan
Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia
Jalan-jalan ke pasar Minggu
Beli mangga dapatnya duku
Malu-malu kukatakan padamu
Sungguh aku cinta padamu
Dikarenakan anda tetap jujur
Bikin hatiku jadi tambah sayang
Sayang sehabis sholat dhuhur
Kuucapkan mat makan siang
Kalau mau menanam tebu
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalau kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U
Satu ditambah satu dua
Dua ditambah dua tiga
Aku dan kamu hidup bersama
Sekarang esok dan slamanya
Bunga melati ada dua
Harum baunya cantik rupanya
Susah senang tetap berdua
Itulah dia cinta namanya
Beli parfum ke paris
Maafin aku bila aku egois
Mati lampu nyalain lilin
Maafin aku bila nyebelin
Mentari tidak pernah keluar
Dikarenakan lagi tengah gerimis
Dikarenakan watakmu amat sabar
Bikin cintaku untukmu tidak dapat habis
Meskipun cuma buah jambu
Tetapi ini dapat diramu
Walaupun jarang ketemu
Cintaku cuma untukmu
Jalan-jalan ke samarinda
Tidak lupa bawa bambu
Makin lama makin bahagia
Lihat kamu berkerudung ungu
Makan roti minumnya susu
Susunya di campur madu
Walaupun tadi kita udah ketemu
Tapi hatiku masih terasa rindu
Aku sedang minum jamu
Minum di bawah pohon jambu
Aku tak mau kehilangan kamu
Karna ku sangat mencintaimu
Meski hanya buah Duku
Tapi ini bisa diramu
Meskipun jarang bertemu
Cintaku hanya untukmu
Pulang belanja dari pasar baru
Tidak lupa beli kacang
Neng cantik yang menunggu
Awal bulan kita tunangan
Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar baru
Abang sayang yang ganteng
Neng disini sudah menunggu
Kalau Cinta Ya Bilang Cinta
Kalau Sayang Ya Bilang Sayang
Jangan Ditunda Tunda
Nanti Di Ambil Orang
Ke cimanggis beli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Demikian banyak gadis yang singgah
Cuma dinda yang memikat hati
Itulah beberapa pantun cinta romantis yang dapat saya berikan kali ini. Dengan pantun tersebut saya yakin pasti pacar anda akan semakin sayang dan cinta pada anda. Sekian saja informasi pada kesempatan kali ini, semoga anda puas.


Sumber: http://www.kumpulanbaru.com/2014/11/pantun-cinta-romantis-untuk-pacar-terbaru-2016.html

Dongeng Malin Kundang


Pada zaman dahulu di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di daerah Padang, Sumatera Barat hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang. Mande Rubayah amat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Malin adalah seorang anak yang rajin dan penurut.
Mande Rubayah sudah tua, ia hanya mampu bekerja sebagai penjual kue untuk mencupi kebutuhan ia dan anak tunggalnya. Suatu hari, Malin jatuh-sakit. Sakit yang amat keras, nyawanya hampir melayang namun akhirnya ia dapat diseiamatkan-berkat usaha keras ibunya. Setelah sembuh dari sakitnya ia semakin disayang. Mereka adalah ibu dan anak yang saling menyayangi. Kini, Malin sudah dewasa ia meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota, karena saat itu sedang ada kapal besar merapat di Pantai Air Manis.
"Jangan Malin, ibu takut terjadi sesuatu denganmu di tanah rantau sana. Menetaplah saja di sini, temani ibu," ucap ibunya sedih setelah mendengar keinginan Malin yang ingin merantau.
"Ibu tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa denganku," kata Malin sambil menggenggam tangan ibunya. "Ini kesempatan Bu, kerena belum tentu setahun sekali ada kapal besar merapat di pantai ini. Aku ingin mengubah nasib kita Bu, izinkanlah" pinta Malin memohon.
"Baiklah, ibu izinkan. Cepatlah kembali, ibu akan selalu menunggumu Nak," kata ibunya sambil menangis. Meski dengan berat hati akhirnya Mande Rubayah mengizinkan anaknya pergi. Kemudian Malin dibekali dengan nasi berbungkus daun pisang sebanyak tujuh bungkus, "Untuk bekalmu di perjalanan," katanya sambil menyerahkannya pada Malin. Setelah itu berangkatiah Malin Kundang ke tanah rantau meninggalkan ibunya sendirian.
Hari-hari terus berlalu, hari yang terasa lambat bagi Mande Rubayah. Setiap pagi dan sore Mande Rubayah memandang ke laut, "Sudah sampai manakah kamu berlayar Nak?" tanyanya dalam hati sambil terus memandang laut. la selalu mendo'akan anaknya agar selalu selamat dan cepat kembali.
Beberapa waktu kemudian jika ada kapal yang datang merapat ia selalu menanyakan kabar tentang anaknya. "Apakah kalian melihat anakku, Malin? Apakah dia baik-baik saja? Kapan ia pulang?" tanyanya. Namun setiap ia bertanya pada awak kapal atau nahkoda tidak pernah mendapatkan jawaban. Malin tidak pernah menitipkan barang atau pesan apapun kepada ibunya.
Bertahun-tahun Mande Rubayah terus bertanya namun tak pernah ada jawaban hingga tubuhnya semakin tua, kini ia jalannya mulai terbungkuk-bungkuk. Pada suatu hari Mande Rubayah mendapat kabar dari nakhoda dulu membawa Malin, nahkoda itu memberi kabar bahagia pada Mande Rubayah.
"Mande, tahukah kau, anakmu kini telah menikah dengan gadis cantik, putri seorang bangsawan yang sangat kaya raya," ucapnya saat itu.

Mande Rubayah amat gembira mendengar hal itu, ia selalu berdoa agar anaknya selamat dan segera kembali menjenguknya, sinar keceriaan mulai mengampirinya kembali. Namun hingga berbulan-bulan semenjak ia menerima kabar Malin dari nahkoda itu, Malin tak kunjung kembali untuk menengoknya.
"Malin cepatlah pulang kemari Nak, ibu sudah tua Malin, kapan kau pulang...," rintihnya pilu setiap malam. Ia yakin anaknya pasti datang. Benar saja tak berapa lama kemudian di suatu hari yang cerah dari kejauhan tampak sebuah kapal yang megah nan indah berlayar menuju pantai. Orang kampung berkumpul, mereka mengira kapal itu milik seorang sultan atau seorang pangeran. Mereka menyambutnya dengan gembira.
Ketika kapal itu mulai merapat, terlihat sepasang anak muda berdiri di anjungan. Pakaian mereka berkiiauan terkena sinar matahari. Wajah mereka cerah dihiasi senyum karena bahagia disambut dengan meriah. Mande Rubayah juga ikut berdesakan mendekati kapal. Jantungnya berdebar keras saat melihat lelaki muda yang berada di kapal itu, ia sangat yakin sekali bahwa lelaki muda itu adalah anaknya, Malin Kundang. Belum sempat para sesepuh kampung menyambut, Ibu Malin terlebih dahulu menghampiri Malin. la langsung memeluknya erat, ia takut kehilangan anaknya lagi.
"Malin, anakku. Kau benar anakku kan?" katanya menahan isak tangis karena gembira, "Mengapa begitu lamanya kau tidak memberi kabar?"
Malin terkejut karena dipeluk wanita tua renta yang berpakaian compang—camping itu. Ia tak percaya bahwa wanita itu adalah ibunya. Sebelum dia sempat berpikir berbicara, istrinya yang cantik itu meludah sambil berkata, "Wanita jelek inikah ibumu? Mengapa dahulu kau bohong padaku!" ucapnya sinis, "Bukankah dulu kau katakan bahwa ibumu adalah seorang bangsawan yang sederajat denganku?!"
Mendengar kata-kata pedas istrinya, Malin Kundang langsung mendorong ibunya hingga terguling ke pasir, "Wanita gila! Aku bukan anakmu!" ucapnya kasar.
Mande Rubayah tidak percaya akan perilaku anaknya, ia jatuh terduduk sambil berkata, "Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, Nak! Mengapa kau jadi seperti ini Nak?!" Malin Kundang tidak memperdulikan perkataan ibunya. Dia tidak akan mengakui ibunya. la malu kepada istrinya. Melihat wanita itu beringsut hendak memeluk kakinya, Malin menendangnya sambil berkata, "Hai, wanita gila! lbuku tidak seperti engkau! Melarat dan kotor!" Wanita tua itu terkapar di pasir, menangis, dan sakit hati.

Orang-orang yang meilhatnya ikut terpana dan kemudian pulang ke rumah masing-masing. Mande Rubayah pingsan dan terbaring sendiri. Ketika ia sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Ia tak menyangka Malin yang dulu disayangi tega berbuat demikian. Hatinya perih dan sakit, lalu tangannya ditengadahkannya ke langit. Ia kemudian berdoa dengan hatinya yang pilu, "Ya, Tuhan, kalau memang dia bukan anakku, aku maafhan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku yang bernama Malin Kundang, aku mohon keadilanmu, Ya Tuhan!" ucapnya pilu sambil menangis. Tak lama kemudian cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap. Hujan tiba-tiba turun dengan teramat lebatnya. Tiba-tiba datanglah badai besar, menghantam kapal Malin Kundang. Laiu sambaran petir yang menggelegar. Saat itu juga kapal hancur berkeping- keping. Kemudian terbawa ombak hingga ke pantai.
Esoknya saat matahari pagi muncul di ufuk timur, badai telah reda. Di kaki bukit terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu. Itulah kapal Malin Kundang! Tampak sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia. Itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang kena kutuk ibunya menjadi batu karena telah durhaka. Disela-sela batu itu berenang-renang ikan teri, ikan belanak, dan ikan tengiri. Konon, ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang.
Sampai sekarang jika ada ombak besar menghantam batu-batu yang mirip kapal dan manusia itu, terdengar bunyi seperti lolongan jeritan manusia, terkadang bunyinya seperti orang meratap menyesali diri, "Ampun, Bu...! Ampuun!" konon itulah suara si Malin Kundang, anak yang durhaka pada ibunya.

Sumber: http://dongengceritarakyat.com/cerita-dongeng-malin-kundang-cerita-rakyat-sumbar/

Pantun Nasehat



CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK UNTUK HORMATI ORANG TUA

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat



CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK UNTUK BELAJAR RAJIN



Bangau terbang iring-iringan
Terbang jauh satu kepakan
Al Quran adalah pegangan
Jangan pernah dilupakan

Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah ananda belajar

Mentari pagi sinarnya hangat
Berangkat kerja ke Pulau Rengat
Belajar haruslah semangat
Jangan tersalah pada niat

Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar bukan sekedar pintar
Tapi menjadi pribadi benar

Memancing ikan diberi umpan
Agar datang si ikan toman
Ilmu ibarat kemudi sampan
Agar hidup di garis tujuan

Apa gunanya tumbuhan temu
Ramuan jamu dengan lengkuas
Bila hati dipenuhi ilmu
Jiwanya besar pikirannya luas

Ikan nila berpindah kolam
Mencari kawan namanya tiram
Jika ilmu semakin dalam
Jiwa berani hatinya tentram

Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Apa namanya kepala kereta
Namanya masinis bukan nakhoda
Apa tujuan ilmu kita
Tujuannya mengenal Sang Pencipta

Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Jika ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas

Elang terbang ke atas awan
Turun bangau badannya kumal
Bukan banyaknya pengetahuan
Ilmu adalah banyaknya amal

Ngengat mengejar kura-kura
Bertemu mereka di pelimbahan
Semangat bagai api membara
Tiada padam oleh godaan

Laut dalam tempat berenang
Tempat ikan bermain-main
Sehari seutas benang
Setahun menjadi sehelai kain

Lebah dipimpin seekor ratu
Mencari bunga dekat kencur
Air lembut menetes di batu
Lama-lama batupun hancur

Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau terus bersabar
Ilmumu pasti akan lebar

Jangan tertipu dunia semu
Tinggal di dunia hanya sepagi
Jika engkau orang berilmu
Derajatmu pasti meninggi

Dari mana datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun


Sumber: https://pantunseribu.blogspot.co.id/2014/10/contoh-pantun-nasehat-anak-pantunseribu.html

Pengertian, Bentuk, Fungsi dan Jenis Karya Sastra





Pengertian Karya Sastra
Sastra Adalah penciptaan disampaikan kepada komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering mengatakan, baik di pertama atau ketiga orang, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang berhubungan dengan waktu mereka.

Bentuk Karya Sastra
Dikenal karya sastra dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. sastra fiksi prosa, puisi, dan drama. Sementara contoh nonfiksi sastra adalah biografi, otobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, asmara terbentuk pada pengembangan semua aspek kehidupan para pelaku dalam cerita.

Fungsi Karya Sastra
Ada beberapa fungsi sastra, salah satunya disampaikan oleh amriyan Sukandi adalah untuk mengkomunikasikan ide-ide dan menyalurkan pikiran dan perasaan dari pembuat estetika manusia. Gagasan itu disampaikan melalui mandat yang umumnya ada dalam literatur.
Selain ide, dalam literatur ada juga deskripsi peristiwa, gambar psikologis, dan pemecahan masalah jangkauan dinamis. Hal ini dapat menjadi sumber ide dan inspirasi bagi pembaca. Konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra untuk memberikan kesadaran kepada pembaca bahwa ini bisa terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca.
Kesadaran yang membentuk semacam kesiapan batin untuk mengatasi kondisi sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sastra juga berguna untuk pembaca sebagai media hiburan.
Jenis- Jenis Karya Sastra Dan Contohnya
  • Puisi/ Sajak
Puisi adalah karya sastra yang terikat oleh bait dan array, kata singkat tapi kaya makna, kata-kata yang tidak pulgar tapi dibungkus dengan kekerasan, baik klise atau tidak klise.
  • Pantun
Puisi sebenarnya adalah puisi panjang berasal dari Sumatera, Indonesia, sajak dan puisi terikat oleh garis pada setiap baris, dengan rumus abab. Pada pertama dan kedua baris adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.
  • Roman
Adalah fiksi yang menceritakan kisah hidup seorang pemuda dari masa kanak-kanak sampai mati, atau dari bayi sampai dewasa. Roman adalah karya sastra lama. Contoh asmara adalah: berlayar, Siti Nurbaya.
  • Novel
Novel adalah bentuk sastra yang menceritakan kisah fiksi kehidupan seseorang yang dianggap mengesankan. Misalnya, hanya memberitahu remaja untuk orang dewasa. Semua karakter dalam novel adalah fiktip belaka, tetapi disesuaikan dengan waktu ketika cerita itu ditulis. Jadi terjadi seolah-olah itu terjadi pada saat itu. Novel ini termasuk sastra modern.
  • Cerpen
Cerita pendek cerita pendek pendek, seperti namanya cerita pendek biasanya terdiri dari 2-5 lembar kertas polio atau ukuran F4. Cerita pendek hanya menceritakan peristiwa yang paling berkesan yang menimpa tokoh utama.
  • Dongeng
Dongeng adalah cerita lama yang biasanya alias penulis tidak diketahui anonim, mengatakan hanya dari mulut ke mulut. Meskipun kini telah dikumpulkan dalam bentuk tertulis. Di masa lalu sudah kelajiman ketika orang tua menceritakan kisah membuai dia. Sekarang hampir tidak ada orang tua mendongeng kepada anak-anak mereka.
  • Legenda
Legenda sebenarnya hampir sama dengan dongeng tidak diketahui siapa penulisnya. Namun legenda mengatakan tempat asal atau kisah kerajaan kuno. Misalnya “Sangkuriang” menceritakan asal-usul Gunung Maras.
  • Naskah Drama
Bermain adalah cerita lengkap dengan adegan dan dialog dari karakter. Dalam bermain aktor yang terorganisasi dengan baik cerita tentang bagaimana berbicara dan bagaimana adegan, dan ekspresi di wajahnya. Drama biasanya dimulai dengan prolog. Selain dialog antara para pemain ada juga monolog karakter. Monolog adalah karakter berbicara dengan dirinya sendiri. Bermain A adalah untuk dipentaskan dalam seni pertujukkan drama di dalam gedung dan di atas panggung.


Sumber: http://www.jelajahinternet.com/2015/10/8-pengertian-karya-sastra-dan-jenis.html